Kopi melawan depresi

Studi menunjukkan bahwa satu dari lima wanita mungkin mengalami depresi seumur hidup. Namun, penelitian yang lebih baru membawa harapan bagi mereka yang menderita depresi tetapi tidak menolak kopi harian yang baik.

Konsumsi kopi dan depresi pada wanita

Penelitian dilakukan di PT Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard dan menganalisis selama satu dekade konsumsi kopi lebih dari lima puluh ribu wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang kurang minum kopi juga paling tertekan. Di sisi lain, wanita tanpa tanda-tanda depresi mengonsumsi kafein dalam jumlah teratur.

Menurut survei, wanita yang minum antara dua dan tiga cangkir kopi sehari memiliki peluang menderita depresi berkurang hingga lima belas persen. Diperkirakan juga wanita yang minum empat cangkir kopi atau lebih dalam sehari dapat mengurangi peluang ini hingga dua puluh persen.


Namun, efek kopi ini pada wanita hanya terkait dengan minuman yang mengandung kafein. Menurut penelitian, kopi tanpa kafein tidak mengubah peluang wanita menderita depresi.

Sayangnya, penelitian ini hanya menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi kopi dan kecenderungan rendah untuk mengalami depresi pada wanita. Masih belum ada bukti bahwa minum kopi setiap hari tentu mengurangi peluangnya untuk terserang penyakit.

Kopi Dapat Mengurangi Kemungkinan Bunuh Diri

Penelitian sebelumnya mengidentifikasi hubungan antara konsumsi kopi biasa dan pengurangan risiko bunuh diri. Ini semakin memperkuat hasil penelitian terbaru oleh Sekolah Kesehatan Masyarakat HarvardLagipula depresi dan bunuh diri juga memiliki koneksi yang kuat.


Fakta lain yang menarik terkait dengan depresi dan minum kopi adalah bahwa beberapa wanita yang mengalami depresi juga menderita insomnia dan kecemasan, yang membuat mereka minum kopi lebih sedikit.

Oleh karena itu, para ahli percaya bahwa terlalu dini untuk meresepkan konsumsi kopi sebagai pengobatan melawan depresi, karena belum jelas apakah orang yang depresi mengurangi minum kopi karena mereka mengalami depresi, atau jika mereka mengalami depresi karena mereka kurang minum kopi.

Namun, melihat dari perspektif optimis, kopi menyegarkan energi dan memberikan lebih banyak keberanian untuk menghadapi hari. Oleh karena itu diyakini bahwa minum kopi secara teratur itu baik, tetapi tidak perlu berlebihan. Penderita migrain, misalnya, tahu bahwa kopi dapat memicu krisis. Jadi, jangan mulai minum segelas kopi sehari, minum secukupnya dan nikmati manfaat dari konsumsi kopi.

Depresi Kambuh, Seorang Pemuda Tega Aniaya Ayahnya Hingga Tewas - BIM 23/08 (Juli 2020)


  • Makanan
  • 1,230